Polres Sibolga Ungkap Peredaran Ganja Asal Madina; Salah Seorang Pelaku Merupakan Warga Binaan

  • Bagikan

Kantong Berita, SIBOLGA-Polisi berhasil mengungkap peredaran ganja asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Sibolga.

Pelaku yang berhasil diamankan 2 orang berinisial MAL (50) warga jalan DI. Panjaitan, Hutan Batu IV, Kelurahan Huta Barangan, Kecamatan Sibolga Utara dan temannya MS (38) warga Lingkungan I Pasar Baru, Kelurahan Sibuluan Indah, Tapteng.

Keduanya ditangkap di 2 lokasi berbeda. MAL ditangkap di sekitar tempat wisata Tanggo Saratus Sibolga, Minggu (2/5) sekira pukul 21.30 WIB. Darinya, disita barang bukti berupa 1 paket besar daun ganja dan sebuah kantongan plastik berisi 8 paket sedang daun ganja.

Sedangkan MS ditangkap dari rumahnya, Senin (3/5) sekira pukul 4.00 WIB. Barang bukti yang disita berupa sebuah plastik warna merah berisi 3 paket besar daun ganja, yang terbalut lakban plastik berwarna coklat.

Keduanya kemudian digelandang ke Mapolres Sibolga berikut dengan barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ganja tersebut dibeli dari Madina bersama seorang lagi teman mereka yang lain, yang kini masih dicari Polisi.

Dia berperan sebagai pencari sekaligus supir mobil yang dipakai untuk menjemput ganja ke Madina. Pria ini menerima upah berupa ganja sebanyak 1 paket besar.

Baca Juga :   Setelah Menangkap 2 Pria dari Sekitar Asrama Haji; Polisi Kembali Tangkap Pelaku Lain

Tak hanya itu, juga terungkap aktor dibalik bisnis haram tersebut, yakni seorang warga binaan Lapas, yang identitasnya masih dirahasiakan oleh Polisi.

“Waktu mau berangkat, mereka menghubungi temannya yang warga binaan, mengatakan, uang kami nggak ada dan uang sudah dipakai panjar mobil Rp100.000. Kemudian, dijawab, carikan nomor rekening biar kukirim. Setelah itu, ditransfer uang sebesar Rp1 juta,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Senin (24/5).

Mereka kemudian berangkat, tiba di Madina, di Desa Purba Tua, mereka menghubungi warga binaan tersebut, memberitahu kalau mereka telah sampai.

“Kami sudah disini, telponlah orangnya biar diantar ganjanya. Mereka kemudian disuruh membunyikan klakson mobil sebanyak 3 kali sebagai pertanda. Setelah itu, dari semak-semak muncul 6 orang remaja memikul karung dan melemparkannya ke bak mobil,” ungkapnya.

Setelah menerima ganja, merekapun kembali ke Sibolga dan membagi ganja sesuai kesepakatan.

Baca Juga :   Terlibat Penggelapan Mobil, Anggota DPRD Langkat Ditahan Polres Sibolga

Usai menjalani pemeriksaan MAL dan MS kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga.

Dari catatan Kepolisian, keduanya ternyata pernah dihukum di Lapas Tukka.

MAL pernah dihukum pada tahun 2015 selama 4 tahun dalam kasus Narkotika.

Sementara MS, pernah dihukum 2 kali. Pada tahun 2003 selama 3 bulan dalam kasus Laka Lantas. Yang terakhir pada tahun 2015 selama 5 tahun dalam kasus Narkotika.

Diduga telah melakukan tindak pidana, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menjual membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I atau memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan Narkotika Golongan I jenis tanaman (ganja) dan permufakatan jahat dalam melakukan tindak pidana Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 111 ayat (2) Jounto pasal 132 dari Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Barang bukti yang disita, 4 paket besar daun ganja terbalut lakban plastik warna coklat dan 8 paket sedang daun ganja terbungkus kertas warna coklat. Dengan berat total 3.962,08 gram. (ril)

  • Bagikan