Juli, Sibolga Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

  • Bagikan
Foto : Kadisdikbud Sibolga, Masnot Hasibuan

Kantong Berita, SIBOLGA-Pemerintah kota Sibolga melalui Dinas Pendidikan, memastikan bahwa kesehatan dan keamanan peserta didik adalah prioritas utama dalam perancangan kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan digelar bulan Juli 2021 mendatang.

Saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sibolga masih mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan uji coba PTM dengan mengikuti Protokol Kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Masnot Hasibuan menjelaskan, menerapkan uji coba pembukaan sekolah secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran akan dilaksanakan. Sesuai dengan juknis yang telah mereka terima dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Tentunya dalam hal ini sudah banyak persiapan yang telah kita lakukan. Kita sudah mengundang semua kepala sekolah menyampaikan program pemerintah yang sebentar lagi melakukan PTM,” kata Masnot, Rabu, (21/4).

Ditambahkanya, belajar merupakan asesmen yang mengukur 2 aspek penting dalam pembelajaran tatap muka yaitu aspek kesiapan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan dan aspek kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :   Direktur PDAM Tirta Nauli Sibolga Diganti

“Nanti ada petugas yang akan memantau siswa. Setelah itu siswa diwajibkan untuk mencuci tangan pakai sabun atau bisa juga menggunakan hand sanitizer. Dan ada juga petugas yang akan mengukur suhu, apakah itu dari kepala sekolah, pendidik maupun siswa,” tuturnya.

Tahap selanjutnya, peserta didik dan tenaga kependidikan dari satuan pendidikan peserta uji coba telah dilakukan vaksinasi COVID-19. Untuk memastikan kegiatan pembelajaran berjalan secara kondusif dan aman.

“Alhamdulillah (Vaksinasi) sudah dilaksanakan tingkat SD dan SMP,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah juga sudah melakukan komunikasi dengan Komite sekolah dan orang tua, apakah orang tua siswa bersedia atau tidak untuk memberikan izin bagi anak untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :   Kapal WJL Ogah Sandar di Pelabuhan ASP; Alasan, Asuransi Tak Mau Klaim

Karena orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran atau tidak.

“Setiap orang tua kita beri surat dan juga ditanda tangani. Kita juga tidak boleh memaksakan kalau memang orang tuanya tidak setuju dengan pembelajaran tatap muka, dan pihak sekolah juga harus memfasilitasi pembelajaran bagi siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka dengan cara daring,” ungkap Masnot.

Jika nanti didapati gejala-gejala suhu yang kurang normal pada peserta didik dan pendidik, maka pihak sekolah segera melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika diketahui terdapat kasus positif terpapar COVID-19, maka satuan pendidikan ditutup selama 3 x 24 jam untuk dilakukan disinfektasi serta dilakukan tracing lebih lanjut oleh pihak Dinas Kesehatan. (ril)

  • Bagikan